Tampilkan postingan dengan label Ikon Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikon Jogja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Pesona Candi Prambanan Dari Ketinggian di Spot Riyadi

Candi Prambanan dari ketinggian
Candi Prambanan dari Spot Riyadi
Sore hari saat matahari sudah mau masuk ke peraduannya adalah waktu yang tepat untuk menikmati pemandangan Candi Prambanan dan sekitarnya dari ketinggian. Salah satu tempat yang cocok untuk bersantai melihat Candi Prambanan dan landscapenya dari ketinggian sekaligus menikmati segelas minuman panas dengan ditemani gorengan adalah di "Spot Riyadi". Lokasi tempat ini berada di desa Dawangsari Prambanan. Kalau dari Candi Prambanan ke arah selatan daerah perbukitan belakang bukit Candi Boko. Lebih mudahnya ikuti petunjuk arah ke Restoran Abhayagiri, setelah sampai di Resto ini, cari petunjuk arah dengan nama "Spot Riyadi". Tentunya anda juga dapat menikmati sore di resto Abhayagiri, tapi pasti kurang nyaman kalau tidak beli minuman atau makanan yang harganya diatas rata-rata. Lebih nyaman ke Spot Riyadi karena kawasan ini adalah tempat umum, walaupun ada warung joglonya tapi harga makanan dan minuman disini sekelas angkringan Jogja.
Dari tempat ini kita dapat melihat hamparan luas pamandangan kawasan Candi Prambanan dari ketinggian. Sawah berpetak-petak di sisi sebelah kanan saat kita menghadap ke utara. Kalau cuaca sedang cerah dan tidak berkabut, Gunung Merapi akan terlihat menjulang tinggi dengan gagahnya. Candi Prambanan akan terlihat kecil menyelip diantara rerimbunan pohon-pohon dan rumah-rumah penduduk.  Foto Candi Prambanan paling atas diambil dengan lensa 300mm pada kamera crop. Kalau punya kamera super zoom akan lebih baik lagi. Saat matahari sudah masuk ke ufuk barat, suasana landscape Prambanan akan berganti dengan lampu-lampu yang menyala. Jadi memang waktu paling pas untuk berada di tempat ini adalah saat sore hari. Dua suasana yang berbeda akan menjadi pengalaman yang istimewa.
Spot Riyadi Sunset
Suasana Setelah Matahari Terbenam

Landscape Candi Prambanan
Landscape Sekitar Candi Prambanan
Kunjungan ke Spot Riyadi dapat dikombinasikan dengan tour di kawasan Candi Prambanan. Di sekitar bukit ini juga terdapat beberapa Candi Tua dari abad ke 9, seperti Candi Barong, Candi Sojiwan, Candi Ijo, dan Candi Boko. Tempat ini seperti kawasan Arkeologi dengan bentang alam berbukit-bukit yang cukup istimewa untuk dikunjungi. 

Minggu, 16 April 2017

Suasana Sore Hari di Tugu Jogja

Tugu Jogja
Tugu Jogja
Berkunjung ke Tugu Jogja paling bagus ketika Matahari mulai tenggelam sampai malam hari. Saat Matahari pelan-pelan menghilang di arah barat, suasana akan berubah menjadi lebih sejuk. Langit biru dengan sinar kuning di sekitar horison membuat suasana sore hari di Tugu Jogja sangat istimewa. Para pelancong mulai mencari spot terbaik untuk mengabadikan keindahan suasana matahari terbenam di Tugu Jogja. Tempat ini juga menjadi salah satu Top Selfie spot, yang konon katanya kalau belum foto bersama dengan Tugu bersejarah ini maka belum sah travelingnya di Jogja. Suasana malam hari pun tidak kalah menarik, banyak yang nongkrong di area perempatan Tugu. Di setiap sudut perempatan ini ada angkringan khas Jogja yang menyediakan menu-menu jajanan yang komplit. Sekedar memandangi Tugu Jogja dengan ditemani jahe susu panas dan beberapa gorengan sudah cukup terasa menyenangkan. 
Garis Imaginer Tugu Kraton
Garis Imaginer Tugu Kraton Krapyak
Tugu Jogja sudah menjadi Ikon Kota Jogja sejak ratusan tahun yang lalu. Posisi keberadaan Tugu Jogja sangat penting sebagai salah satu poros imaginer dengan garis lurus antara Gunung Merapi-Tugu Jogja-Kraton-Krapayak-Pantai Selatan. Sebagaimana sudah diketahui banyak orang, Tugu Jogja mengalami perubahan bentuk aslinya. Bentuk pertama kali berupa bangunan sederhana silinder dengan bola dibagian atas. Ketinggian bangunan ini mencapai 25 meter. Walaupun sederhana tapi mempunyai makna filosofi yang kuat. Bangunan Tugu ini disebut sebagai Golong Gilik, selesai dibangun pada tahun 1756, setahun setelah berdirinya Keraton Jogjakarta. Filosofi Tugu Golong Gilig adalah "Manunggaling Kawulo lan Gusti" artinya bersatunya rakyat dengan Penguasa. 

Pada tanggal 10 Juni 1867, Jogja bergetar oleh gempa bumi yang kuat sekitar 8 SR. Tugu Golong Gilik hancur. 22 tahun kemudian, Tugu Jogja dibangun ulang oleh Kanjeng Raden Adipati Danurejo V dan pihak Belanda Opzichter van Waterstaat (Kepala Dinas Pekerjaan Umum) JWS van Brussel. Bentuk Tugu Golong Gilik dirubah total, konon ini sebagai taktik penjajah untuk memudarkan makna filosofis bersatunya Rakyat dan Raja agar Kasultanan Jogjakarta menjadi lemah dan mudah dikuasai pihak penjajah. Bentuk Tugu Jogja yang baru diresmikan pada 3 Oktober 1889 oleh Era Sri sultan Hamengkubowono VII. Bangunan Tugu baru lebih pendek 10 meter, diberi nama "De White Paal" atau Tugu Pal Putih. Oleh Sri Sultan HB X, Fakta dan alur sejarah Tugu Jogja ini sekarang dibuat sebuah diorama monumen di sisi timur selatan perempatan Tugu agar orang Indonesia bisa belajar dan memahami sejarah yang terjadi. 
Tugu Golong gilik
Tugu Golong Gilik Jogja Tempoe Doeloe

The White Pal Jogja
The White Pal Jogja
Kawasan Tugu Jogja adalah tempat bersejarah sekaligus tempat yang sangat asyik untuk nongkrong dari sore hari sampai malam. Dini hari pun lokasi ini menjadi tempat favorit untuk menghabiskan waktu. Bagi yang suka fotografi saat Sunset dan Sunrise spot ini menjadi lokasi hunting foto landscape ikonik jogja, jangan lupa untuk membawa tripod. Sekitaran Tugu Jogja ada banyak Hotel dengan harga mulai Rp. 300.000-an. Lokasi Tugu Jogja sangat dekat dengan Stasiun Tugu dan Malioboro, disana lebih banyak penginapan dengan harga murah di kawasan Sosrowijayan. Tunggu apa lagi, datang dan rasakan aroma Jogja yang Istimewa.